STIKes BTH
Sabtu, 20 Oktober 2018 | 01:00 WIB | HOME | BERITA | AGENDA | KONTAK | FORUM |

D3 Refraksi Optisi » Identitas


Izin Penyelenggaraan Program Studi  D III Refraksi Optisi/D III Optometri STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya:

Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 104/M/Kp/III/2015 tanggal 30 Maret 2015

Perubahan Nomenklatur Program Studi Pada Perguruan Tinggi Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 257/M/KPT/2017 perubahan nama dari D III Refraksi Optisi menjadi D III Optometri

Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan menyatakan bahwa upaya pembangunan nasional diarahkan guna tercapainya kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Kesehatan Indera Penglihatan merupakan syarat penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia guna meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, mewujudkan manusia Indonesia yang cerdas, produktif, maju, mandiri, dan sejahtera lahir batin.

Pembangunan kesehatan sebagai bagian integral dari pembangunan nasional yang pada hakekatnya adalah penyelenggaraan upaya kesehatan untuk mencapai kemampuan hidup sehat setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal yang besar artinya bagi pengembangan dan pembinaan sumber daya manusia sebagai modal pembangunan nasional. Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat dengan menanamkan kebiasaan hidup sehat.

Hal tersebut di atas dapat diwujudkan dengan menyelenggarakan berbagai upaya kesehatan yang didukung antara lain oleh sumberdaya kesehatan yang memadai sesuai dengan yang dibutuhkan dalam pembangunan kesehatan.

Salah satu upaya kesehatan yang harus dicapai adalah upaya kesehatan mata dan pencegahan kebutaan dalam rangka optimalisasi fungsi penglihatan masyarakat dengan melibatkan tenaga kesehatan yang mampu memberikan pelayanan yang sesuai dengan tanggung jawab profesinya. Sejalan dengan semakin tingginya tuntutan masyarakat terhadap mutu pelayanan kesehatan dan pemerataan pelayanan, maka peranan refraksi optisien sebagai salah satu tenaga kesehatan sangat diperlukan untuk melaksanakan upaya kesehatan mata dan pencegahan kebutaan.

 

Keputusan Menteri Kesehatan RI nomor 572 tahun 2008 tentang Standar Profesi Refraksionis Optisien menjelaskan bahwa refraksionis optisien adalah tenaga kesehatan yang telah lulus pendidikan berdasarkan perundang-undangan yang berlaku yang berwenang melakukan pemeriksaan mata dasar, pemeriksaan refraksi, menetapkan hasil pemeriksaaan, menyiapkan dan membuat lensa kacamata atau lensa kontak, termasuk pelatihan ortoptik.

Selain itu dengan makin profesionalnya tenaga kesehatan di bidang refraksi optisi melalui pendidikan di perguruan tinggi sehingga akan dapat meningkatkan derajat kesehatan mata pada masyarakat dan berparisipasi dalam mewujudkan vision care  2020.

Institusi pendidikan tinggi refraksi optisi dimaksudkan untuk menghasilkan lulusan yang profesional dalam bidang refraksi optisi. Karena itu, institusi pendidikan tinggi refraksi optisi harus memenuhi standar penyelenggaraan pendidikan baik program akademik maupun profesi dalam proses pembelajarannya.

Pembelajaran di program refraksi optisi sampai tahap terakhir akan menghasilkan tenaga refraksionis optisien yang sesuai dengan standar kompetensinya  yaitu kompetensi pada kegiatan pelayanan refraksi, kompetensi pada kegiatan pelayanan optisi, dan kompetensi pada kegiatan pelayanan lensa kontak.

Program Studi Diploma III  Refraksi Optisi STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya didirikan untuk menindak lanjuti KMK : 1424/MENKES/SK/XI/2002 yang menyatakan bahwa Refraksionis Optisien adalah tenaga kesehatan yang telah lulus pendidikan berdasarkan perundang-undangan yang berlaku yang berwenang melakukan pemeriksaan mata dasar, pemeriksaan refraksi, menetapkan hasil pemeriksaan, menyiapkan dan membuat lensa kacamata atau lensakontak, termasuk pelatihan ortoptik. Selain itu adalah sebagai upaya tindak lanjut  dari seminar, penataran atau pelatihan bagi pengusaha optik yang dilaksanakan pada tahun 1980/1981 dan sebagai respon keberadaan pendidikan peroptikan di Indonesia yang pada saat itu hanya sedikit khususnya di Jawa Barat. Hasil Musyawah Kerja Nasional IROPIN Tahun 2005 tentang Pengesahan Standar Profesi Refraksi Optisi/Refraksi Optisi Indonesia menetapkan bahwa pendidikan refraksi optisi terdiri dari jenjang tenaga terampil (D III) dan jenjang tenaga ahli (S1 Optometry).




Komentar Pengunjung :





HOME MENU

 

Agenda Kegiatan


Seminar KLINIK
Tanggal :22/05/2016
Tempat : Graha

SEMINAR KLINIK
Tanggal :12/05/2016
Tempat : GRAHA HUSADA STIKes BTH

Bakti Sosial Klinik
Tanggal :13/04/2016
Tempat : KLINIK BTH

PEMERIKSAAN USG GRATIS 2016
Tanggal :15/02/2016
Tempat : KLINIK BTH

Pemberitahuan

stikes bth
stikes bth

Form Login Website

Username dan Password

Kontak STIKes BTH

Alamat. Jalan Cilolohan No. 36 Kota Tasikmalaya, 46115
Telpon 1. (0265)334740

Telpon 2.

Fax. (0265)327224

Email. mail@stikes-bth.ac.id

Statistik Visitor


CHOOSE YOUR LANGUAGE

  Beranda    Berita   Agenda   Gallery   Forum   Kontak